kerinduan adalah sari pati, liur yang kita cerap karena gejolak. pada makanan muaranya adalah nafsu, tetapi pada spiritualitas ia adalah kesejatian. maka memahamkan hati dalam kontek air liur cinta bermakna bersipongangnya kedalaman ruh, ia berkicau laksana burung cucak rowo, atau lebih jauh: mungkin sebentuk keheningan yang terdalam. ada suatu empati, sari pati, dalam telusuran kedalaman ini, samudra yang tiba-tiba terbelah, dan perut ikan yang terbuka. ini sepenuhnya adalah keindahan. detik ketika kejenuhan pecah berantakan dan mereka justru hinggap di ujung kedamaian. ruh yang gersang pada detik itu hinggap, dan meluruh bersama dawai-dawai cinta: pancaran kasih sayang yang membentuk lingkaran. maka di ujung semua itu adalah lenyapnya kesepian, hilangnya labirin kekacauan. maka wujud dari semua itu adalah ketaqwaan, ia memahamkan.....

